Aku terlahir sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, sekarang aku duduk di kelas 12 SMA, now aku tinggal di kampung lame curug, kenapa di sebut lame curug? Karena di dekat rumahku terdapat curug yang yang dibuat oleh belanda, kampungku juga sering disebut lame sawo, karena apa? Di kampungku terdapat pohon sawo yang begitu besar dan konon katanya usianya sudah ratusan tahun.
Nex ibuku
seorang guru yang berdarah seni meskipun beliau adalah sarjana seni musik tetapi beliau juga suka menggeluti dunia tari, berawal dari sering ikut
bersamanya melihat pertunjukkan pertunjukkan tari ataupun melihatnya melatih
nari disekolah, ibuku juga suka menyetel lagu-lagu tari dirumah dan tanpa aku
sadari aku suka dengan alunan-alunan musik tari tersebut sehingga aku mengikuti
irama-iramanya dan akupun mulai menari- nari sesuka hatiku.
Sejak Aku
duduk di bangku TK guruku sering mengajarkan
tarian- tarian anak -anak dan pada
usiaku saat itu lomba yang pertama aku ikuti yaitu lomba tari matahari aku
memakai hiasan berbentuk matahari sehingga mukaku seperti matahari๐๐๐
Saat usia kanak -kanak pastinya setiap
mengikuti perlombaan rasanya ingin menang, dan
tak disangka sangka aku mendapat juara 2 sekabupaten garut, ohhh…
pastinya senang dan bangga saat itu, diusiaku yang masih kecil aku sudah bisa mengalahkan peserta-peserta
lain yang mengikuti lomba apalagi ini sudah ditingkat kabupaten.
Sejak
kecil aku bisa dibilang cewe tomboy, teman -temanku semuanya laki-laki aku sering
bermain sepak bola dan badminton hingga baju yang aku pakaipun baju
laki-laki, mungkin ibuku ingin mempunyai
anak laki-laki tetapi yang lahir perempuan jadinya yaa seperti ini. Ettsss…,
tapi meskipun aku tomboy hobiku tetap menari heheee
Kini aku
duduk di bangku SMA yapp tempatnya anak anak muda menempuh penddidikan disana
yang pastinya usia muda yang ingin terus bermain dan menghabiskan waktu bersama
teman, but aku tertarik dengan salah satu ekskul yang ada disekolahku yapps ekskul
seni tari tentunya aku sangat antusias untuk mengikutinya karena aku pikir aku
akan bisa lebih mengembangkan bakatku ini, temanku yang bernama fachri dia
adalah salah satu murid multitalenta disekolahku aku sangat terinspirasi
darinya dan aku sering berlatih nari dengannya.
Sudah
dua
kali aku mengikuti kelompok upacara adat yapp tentunya menari merak,
banyak
sekali pengalaman yang bisa aku ambil dari berlatih tari upacara adat di
SMA
karena tariannya tentu tidak sama dengan tarian upacara adat anak SD
latihannya pun tidak cukup sekali dua kali tetapi aku berlatih selama
satu bulan hingga badanku terasa lentur tetapi tetap berenergi. Nex aku
mengisi acara pensi di sekolah aku sangat menyukai tarian dan bajunya
tarian
yang aku bawakan yaitu tari kembang tanjung menurut aku tarian tersebut
cukup
menantang karena harus menggunakan kelenturan tubuh tapi aku sangat
senang
sekali antusias penonton sangat ramai.
Nex the
last yang baru saja kemarin aku bawakan menari rampak dengan semua anggota
ekskul seni tari diacara MPEK sungguh sangat senang dan bangga bisa menarik
antusiasme adik adik kelas yang baru masuk SMA dan usahaku tidak sia sia.
Sekarang
aku menyadari dengan terus berlatih tari tidak hanya memupuk karakter untuk
cinta terhadap tanah air atau budaya tetapi untuk kelenturan tubuh seorang
wanita, menjaga kestabilan emosi juga bisa mengekspresikan jiwa dengan gerakan-gerakan
tubuh yang indah. Pantas saja para ahli mengatakan bahwa tari adalah bahasa
tubuh melalui gerak gerak yang indah yang mengikuti pola irama atau musik.
Aku ingin
sekali menjadi seorang penari terkenal bahkan menjadi seorang koregrafer yang
nantinya bisa mengamalkan ilmuku pada adik adikku atau membawa harum Negara
karena tidak mustahil dengan menjadi penari yang terkenal aku bisa menjadi duta
tari. Mungkin selesai dari SMA Aku akan
melanjutkan pada jurusan tari disebuah perguruan tinggi.
Menari bukanlah hal yang mudah juga bukan hal sulit. Tidak ada yang sulit jika kalian terus mencobanya, So buat kalian
jangan pernah putus asa dalam berlatih, karena hidup adalah tentang perjalanan :)))
